Bentuk dasar dari gula aren olahan yang ada dipasar adalah gula aren cetak. Bentuknya ada yang bermacam-macam sesuai dengan bentuk cetakan yang digunakan. Gula cetak dihasilkan dari air nira aren yang dimasak sekitar 4 sampai 5 jam agar air nira menjadi kental.
Setelah mengalami pengentalan, baru air nira dituang dalam cetakan dan dibiarkan melakukan pendinginan dan pengerasan. Hasil akhirnya berupa gula cetak yang bersifat padar dan keras. Dalam kondisi padat inilah gula aren siap diperdagangkan.
Banyak petani menggunakan batok kelapa, potongan bambu dan cetakan kayu untuk membuat cetakan gula aren. Setiap daerah memiliki tradisi dan kebiasaan tersendiri.
Pada umumnya, cetakan gula aren yang paling banyak digunakan adalah cetakan batok kelapa, dimana batok kelapa dibela setengah untuk dijadikan media cetak.
Bentuknya dari cetakan batok kelapa adalah setengah lingkaran, sehingga hasil gula cetaknya mengikuti pola yang digunakan.
Ukuran penjualan yang digunakan menggunakan berat dengan satuan kilo. Karena bentuk cetakan memiliki bentuk yang berbeda, maka untuk menjualan tetap menggunakan satuan kilo gram.
Proses pembuatan gula cetak bersifat manual, maka ukuran dan kadar air juga berbeda-beda dari setiap petani. Untuk memperoleh kualitas yang standar, maka diperlukan penyaringan agar tidak ada partikel yang masuk, serta mengukur tingkat kadar air sebagai ukuran kekeringan gula.
Gula yang terlalu banyak mengandung kadar air menyebabkan gula cepat lembek dan tidak tahan lama. Dan gula yang banyak kadar airnya mempercepat keasaman gula sehingga berpengaruh pada kelezatan dan kewangian gula.
Standarisasi inilah yang perlu dilakukan, agar hasil akhir dari gula cetak mengikuti standar mutu sehingga hasilnya bisa konsisten, baik dari sisi rasa dan bentuknya.
Kawungsari
Natural Palm Sugar
www.kawungsari.com
