Aren Tanaman Budaya yang Terlupakan









Dahulu, di kampung-kampung khususnya didaerah pegunungan banyak ditumbuhi pohon aren liar (arenga pinnata). Namun berjalannya waktu, makin sedikit pohon aren yang tersisa.

Pembukaan lahan serta konsumsi aren, khusunya yang diambil tepung sagunya membuat aren menjadi sedemikian langka. Padahal, aren sebagai pohon yang seringkali tak dianggap, memberikan beberapa manfaat besar bagi lingkungan.

Katakanlah mulai dari ijuk, kolang-kaling, lidi, sagu, akar dan air niranya memberikan manfaat bagi banyak orang. Namun, masih sangat sedikit yang mengembangkan aren dalam skala budidaya industri.

Sampai hari ini, masyarakat masih mengandalkan musang atau luwak (paradoxurus hermaproditus) sebagai penyebar biji alami sebagai pelestari pohon aren.

Pemburuan musang yang marak dilakukan oleh masyarakat juga menunurunkan populasi musang yang berakibat pada penurunan regenerasi pohon aren.

Dalam beberapa tahun ini orang mulai tersadar, bahwa ternyata aren tidak saja memiliki nilai ekonomis, namun juga bagian dari pelestarian alam. Hal ini disebabkan karena aren memiliki karakteristik yang berbeda dengan sawit, jika sawit menyedot air, maka arean menciptakan air.

Dari sisi ekonomis, keuntungan aren dibanding sawit, selain ramah lingkungan juga memberikan nilai ekonomis yang lebih tinggi jika pengolahan nira dikelola dengan benar.

Kesadaran akan budidaya pohon aren semakin meningkat, dimana petani mulai membudidayakan di lahan secara intensip. Pencarian bibit unggul pun terus dilakukan, hingga ditemukan dua varietas unggul yang layak dikembangkan, aren jenis genjah dan jenis aren dalam.

Kesadaran ini menjadi penting untuk menghidupkan lahan-lahan gersang yang selama ini terbengkalai dan mengandung keasaman yang tinggi. Keberadaan pohon aren yang minim pemeliharaan dan mampu tumbuh dilokasi yang gersang menjadi pilihan sebagai upaya penyuburan tanah kembali.

Dengan semangat tersebut untuk kembali ke alam dan meningkatkan kesadaran akan hidup sehat, karena gula aren mengandung glikemik yang rendah menjadi solusi akan tingginya penyakit diabetes dikalangan anak muda. Dan disini, aren mulai mendapat tempat untuk yang sadar pada lingkungan dan kesehatan yang semakin penting.


Kawungsari
Natural Palm Sugar
www.kawungsari.com


Gula Aren Cetak Bandung yang Makin Langka









Bentuk dasar dari gula aren olahan yang ada dipasar adalah gula aren cetak. Bentuknya ada yang bermacam-macam sesuai dengan bentuk cetakan yang digunakan. Gula cetak dihasilkan dari air nira aren yang dimasak sekitar 4 sampai 5 jam agar air nira menjadi kental.

Setelah mengalami pengentalan, baru air nira dituang dalam cetakan dan dibiarkan melakukan pendinginan dan pengerasan. Hasil akhirnya berupa gula cetak yang bersifat padar dan keras. Dalam kondisi padat inilah gula aren siap diperdagangkan.

Banyak petani menggunakan batok kelapa, potongan bambu dan cetakan kayu untuk membuat cetakan gula aren. Setiap daerah memiliki tradisi dan kebiasaan tersendiri.

Pada umumnya, cetakan gula aren yang paling banyak digunakan adalah cetakan batok kelapa, dimana batok kelapa dibela setengah untuk dijadikan media cetak.

Bentuknya dari cetakan batok kelapa adalah setengah lingkaran, sehingga hasil gula cetaknya mengikuti pola yang digunakan.

Ukuran penjualan yang digunakan menggunakan berat dengan satuan kilo. Karena bentuk cetakan memiliki bentuk yang berbeda, maka untuk menjualan tetap menggunakan satuan kilo gram.

Proses pembuatan gula cetak bersifat manual, maka ukuran dan kadar air juga berbeda-beda dari setiap petani. Untuk memperoleh kualitas yang standar, maka diperlukan penyaringan agar tidak ada partikel yang masuk, serta mengukur tingkat kadar air sebagai ukuran kekeringan gula.

Gula yang terlalu banyak mengandung kadar air menyebabkan gula cepat lembek dan tidak tahan lama. Dan gula yang banyak kadar airnya mempercepat keasaman gula sehingga berpengaruh pada kelezatan dan kewangian gula.

Standarisasi inilah yang perlu dilakukan, agar hasil akhir dari gula cetak mengikuti standar mutu sehingga hasilnya bisa konsisten, baik dari sisi rasa dan bentuknya.


Kawungsari
Natural Palm Sugar
www.kawungsari.com


Gula Aren Cair Bandung










Dalam konsumsi gula aren, gula cetak dan gula semut kadang tak dapat memenuhi kebutuhan industri. Gula cetak perlu dilarutkan dulu dan perlu waktu. Sedangkan gula semut perlu pengadukan agar larut dan tentunya juga perlu waktu.

Untuk konsumsi yang lebih cepat, maka gula aren cair adalah solusinya. Tingga menuang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan gula cair langsung dapat bercampur dengan aneka minuman dan masakan.

Proses pembuatan gula cair bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama diolah dari air nira kemudian sampai terbentuk larutan kental. Saat tingkat kekentalan mencapai 70 sampai 80 brix air nira ditiriskan dan jika sudah dingin disaring lalu dapat dikemas.

Cara yang kedua adalah mengurai kembali gula cetak menjadi cairan dengan menambahkan air nira atau air tawar kemudian dipanaskan. Saat mencapai kekentakan sekitar 70 sampai 80 brix, air disaring untuk kemudian dikemas dengan botol, jirigen atau kemasan lainnya untuk kemudian dikonsumsi.

Standar penting dalam gula cair adalah penyaringan agar tidak ada partikel lain yang kebawa serta daya kekentalan dimana umumnya sekitar 70 sampai 80 brix.

Gula cair yang dikemas dan diolah dengan benar dapat tahan lebih lama untuk konsumsi industri, baik makanan, minuman dan kebutuhan lain.


Kawungsari
Natural Palm Sugar
www.kawungsari.com

Gula Aren Semut Bandung









Gula semut adalah gula yang diolah dalam bentuk butiran pasir. Kenapa disebut gula semut, karena bentuknya seperti sarang semut, sehingga gula aren yang diolah dalam bentuk kristal yang lembut seringkali disebut gula semut (granulated palm sugar).

Mengapa gula aren yang bentuknya balok atau cetak diolah dalam bentuk kristal. Salah satu alasannya adalah kemudahannya digunakan untuk konsumsi dan industri. Bayangkan jika dalam konsumsi dan industri gula yang digunakan adalah gula cetak, maka perlu penghalusan dulu agar mudah dikonsumsi.

Gula semut bisa diolah langsung dari nira aren yang dipanaskan selama 4 sampai 5 jam. Kemudian ditiriskan dan kristalkan dengan alat bantuan ditumbuk dan diayak.

Gula semut bisa dibikin juga dari gula cetak, yang mana gula cetak dicairkan kemudian diaduk sampai kering hingga berbentuk kristal.

Setelah dikristalkan, selanjutnya diayak dengan butiran seukuran ayakan dengan mesh 18 sampai 20. Untuk kemudian dikeringkan dengan derajat kekeringan sekitar 1 sampai 2 persen.

Pengurangan kadar air ini penting, agar gula semut dapat tahan lama dan rasa tetap alami serta terhindar dari keasaman. Setelah gula semut diproses sesuai dengan standar industri, baru dapat dilakukan pengiriman dalam bentuk kemasan besar atau kemasan siap pakai untuk dikonsumsi.


Kawungsari
Natural Palm Sugar
www.kawungsari.com 

Musang Luak Sang Penyebar Biji Aren Alami

 

Musang luwak adalah binatang sagat berjasa pada penyebaran biji bibit aren secara alami. Di alam, musang gemar memakan buah aren yang sudah masak, hal ini sama dengan perilaku luwak yang makan buah kopi yang sudah masak.

Setelah memakan buah aren, maka kulitnya akan menjadi nutrisi bagi musang, namun biji aren yang keras tidak dapat diproses dilambungnya, sehingga saat membuang kotoran, biji aren tetap dalam keadaan utuh.

Mengapa biji aren yang disebarkan melalui kotoran musang memiliki potensi hidup yang lebih tinggi daripada penangkaran manusia ? Jawabannya adalah, karena musang akan memilih biji terbaik dan paling masak diantara ratusan biji yang ada di tandan mayang aren.

Karena kualitas biji tersebut, maka harapan hidup biji aren yang berasal dari kotoran luak lebih tinggi untuk hidup. Selain itu, habitat luwak ada ditempat yang basah dan berair, sehingga buang kotorannya berada ditempat-tempat yang lembab, sehingga potensi biji aren tumbuh jadi lebih besar.

Mengingat musang buang kotoran secara acak, maka biji aren juga tersebar secara acak, sehingga aren tumbuh secara alami dengan tidak beraturan. Adakalanya dalam satu lokasi bergerombol pohon aren, disatu sisi dilokasi yang lain tidak tumbuh sama sekali.

Pola penyebaran  bibit aren dari musang bisa dipelajari dan dipolakan, untuk mendapatkan kualitas bibit dan pengembangan aren yang lebih intensif sehingga aren dapat dikembangkan dalam skala industri.


Kawungsari
Legit Rasa Gula Aren Alami
www.kawungsari.com

Gula Aren Dalam Budaya Tatar Sunda









Ada kebiasaan di masyarakan tatar Sunda, dimana gula aren atau lebih dikenal gula kawung telah menjadi budaya yang sudah tua. Kekayaan pohon aren di Priangan yang tumbuh alami didaerah pegungungan menjadikan aren adalah pohon budaya luhur masyarakat Sunda. Keberadaan pohon aren sama kuatnya dengan posisi pohon bambu pada masyarakat Priangan.

Dalam tradisi Sunda, makan singkong ditemani kopi dan teh dengan pemanis gula aren adalah suguhan budaya yang berjalan turun-temurun. Jadi gula aren adalah bagian dari hidup yang tidak dapat dipisahkan ditatar Sunda.

Pohon aren umumnya tumbuh secara liar dan alami dengan bantuan menyebaran luwak atau musang yang memakan buah aren yang sudah masak. Penyebaran pohon aren inilah yang menyebabkan masyarakat Priangan menjadi pengolah gula aren alami yang handal.

Keterampilan membuat gula aren ini diturunkan dari para karuhun lintas generasi sampai hari ini. Karena keistimewaan dan keberlimpahan pohon aren ini, gula aren menjadi salah satu warisan luhur bagi masyarakat Sunda.

Hari ini, dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan kesehatan, gula aren tidak sekedar menjadi warisan budaya, tetapi menjadi simbol dari hidup sehat. Gula aren yang rendah kadar glikemiknya, menjadi solusi akan maraknya penurunan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui spirit melestarikan budaya, alam dan kesehatan, maka kembalinya gula aren dalam masyarakat modern menjadi sebuah pilihan yang tepat.

Kawungsari mencoba menghidupkan tradisi hidup sehat ini untuk memproduksi gula aren secara modern dengan tetap mempertahankan budaya dengan melakukan pemberdayaan petani aren secara berkesinambungan.

Menghidupkan gula aren juga menjadi bagian penting pelestarian hutan alami yang saat ini semakin mengkhawatirkan keberadaannya. Dengan keberadaan Parahiyangan yang strategis, dengan curah hujan yang optimal, suhu yang dingin, maka menjadi lahan subur bagi tumbuh kembang aren dimasa yang akan datang.


Kawungsari
Produsen Gula Aren
www.kawungsari.com